Ruang Tamu Desain Dekorasi Minimalis

Tren Arsitektur – Dengan berakhirnya 2018, industri arsitektur sudah mulai memikirkan tentang apa yang akan hadir di tahun 2019 ini. Prospek perubahannya akan selalu ada karena kemajuan teknologi dan material bangunan yang semakin berkembang pula. Ada berbagai hal yang mungkin berkembang di tahun baru ini, beberapa diantaranya yaitu :

Greenhost Hotel Jogja Bangunan Yang Eco Friendly
Greenhost Hotel Jogja, Contoh Bangunan Yang Eco Friendly | Gbr : Traveloka

Tren Arsitektur yang Eco-Friendly
Untuk tahun 2019 ini, sepertinya akan terjadi peningkatan yang terkait dengan kebutuhan sistem eco-friendly yaitu hunian yang dibangun dengan memperhatikan keselarasan bangunan itu sendiri dengan alam dan lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek, mulai dari layout bangunan, bahan material yang ramah lingkungan, mengoptimalkan lahan hijau hingga sistem pembuangan yang tidak merusak alam sekitar. Beberapa inovasi terbaru yang hadir misalnya terkait pembuatan taman, taman di area rooftop, taman indoor, green wall untuk perumahan maupun perkantoran.

Salah satu contoh bangunan yang sudah menerapkan sistem yang eco-friendly adalah Greenhost Hotel di Jogja. Di dalam kawasan hotel ini, konsep hijau yang eco friendly memang benar-benar dihadirkan dengan adanya tanaman hidroponik yang ditata sedemikian rupa. Di tahun 2019 ini nanti akan banyak kamu jumpai vertical garden, green rooftop dan sebagainya.

Tren Arsitektur Open Plan Concept
Open Space atau Open Plan Interior Concept | Gbr : Pinterest

Desain Open Space
Desain open space, dimana rumah dengan konsep terbuka yang artinya ruang masak, ruang keluarga, ruang tamu maupun ruang lainnya berada dalam satu area yang sama, sepertinya memang sudah tren dalam beberapa tahun terakhir ini. Dan di tahun 2019 ini sepertinya tren ini masih bertahan dan banyak disukai meski terdapat beberapa perubahan kecil yang diterapkan pada hunian maupun bangunan komersial dalam sisi penataan desain interiornya.

Arsitek maupun desainer interior jadi semakin menyadari bahwa mereka harus meningkatkan kemampuan untuk mendefinisikan beberapa ruang ini, yang meski berada dalam satu ruang, tetap harus terlihat bahwa masing-masing furnitur memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya, saat ada tamu masuk tentunya mereka harus langsung tahu mana yang ruang tamu dan mana yang ruang keluarga. Selain itu, hal ini untuk mencegah rumah terlihat datar dan tidak menarik. Untuk mengakalinya, biasanya rumah didesain khusus, misalnya dengan mengubah tingkat lantai, artinya area ruang keluarga dibuat sedikit lebih tinggi daripada ruang tamu dan semacamnya. Cara lain adalah dengan merubah warna permukaan ataupun tekstur (tekstur jenis lantai, dengan lantai yang diberi karpet motif dsb), memisahkan area dapur, mengelompokkan furnitur tertentu, mengatur pencahayaan secara khusus, dan sebagainya.

Ruang Kerja Dibawah Tangga ruang bawah tangga rumah minimalis
Memiliki Rumah Berukuran Kecil, Solusinya Dibuat Bertingkat & Maksimal Memanfaatkan Ruang Seperti Pada Gambar Diatas Yang Memanfaatkan Bawa Tangga Untuk Area Baca/Area Kerja
Gbr : Pinterest

Desain Rumah Kecil
Harga tanah yang semakin tinggi berdampak pada banyaknya orang lebih memilih untuk memiliki rumah berukuran kecil namun dengan desain modern, multifungsi dan tetap menarik. Semakin meningkatnya popularitas rumah kecil, apartemen, dan semacamnya artinya minat masyarakat memang menuju ke arah sana. Dulu mungkin arsitek atau desainer interior sedikit memiliki kebebasan dalam hal penataan rumah yang berukuran cukup luas. Namun kini, mereka harus mampu membuat rumah dengan anggaran yang minim namun menghasilkan sebuah rumah yang tetap menarik bagi pemiliknya.

Genteng Surya
Genteng Surya | Gbr : blog.rumahdewi.com

Genteng Surya
Genteng jenis ini mengubah cahaya matahari menjadi energi yang diperlukan untuk sebuah rumah. Bahkan sekarang, genteng ini sudah memiliki desain yang beragam. Panel untuk menyerap tenaga mataharinya menempel pada genteng dan terlihat lebih menarik dibanding desain pada beberapa tahun yang lalu.

Arsitektur Yang Berkelanjutan (Sustainable Architecture)
Dengan mempertimbangkan dampak dari aktivitas manusia terhadap perubahan iklim, kini tren arsitektur berkembang ke arah bagaimana membuat sebuah rumah yang dapat meminimalkan efek bangunan terhadap lingkungan sekitar dengan cara efisiensi bahan, penggunaan material yang ramah lingkungan yang tak berdampak pada sekitar kini maupun nanti. Artinya bagaimana membuat bangunan yang dapat digunakan untuk berpuluh-puluh tahun dan tetap awet dan tanpa merusak lingkungan. Misalnya sistem pendingin ruangan tak lagi menggunakan ac namun menggunakan kipasatau bahkan hanya memanfaatkan dinginnya angin dari luar rumah, sistem ventilasi kini sudah mengarah kepada sistem yang dapat menghemat energi dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan seperti penggunaan lampu hemat energi di malam hari dan menggunakan cahaya matahari melalui jendela rumah yang berukuran besar di pagi/siang hari (tanpa lampu).

Sumber : build.com.au/architectural-trends-watch-out-2019 | dengan banyak penyesuaian

Terima kasih telah membaca artikel Tren Arsitektur Bangunan di Tahun 2019. Jika Kamu ingin bangun rumah dengan style industrial, bangun, kost, gudang dan sebagainya? Atau sekedar ingin konsultasi rumah, desain interior, bangun rumah, renovasi rumah di Jogja dengan Kontraktor Jogja yang berpengalaman? Hubungi Reka Persada  | Telp/SMS/WA : 081 328 800 516 | Mail : office@rekapersada.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.