Menggunakan Lantai Semen Pada Rumah Modern Minimalis

Lantai Semen – Beberapa tahun silam, sebelum marak dikenalnya keramik, orang-orang menggunakan lantai semen (lantai beton) pada rumahnya. Di masa lalu, banyak rumah terutama di pedesaan yang lantainya masih menggunakan tanah, beberapa sudah menggunakan ubin dan lainnya menggunakan campuran semen dan pasir (plester) lalu dilapisi dengan semen tipis (aci) seperti yang kini kita tahu sering diterapkan pada dinding rumah dengan bata.

Semakin maraknya keramik, batu alam dan semacamnya dengan tersedianya berbagai warna dan motif pula yang menambah lantai rumah jadi semakin bervariasi, penggunaan lantai semen mulai ditinggalkan. Namun beberapa tahun terakhir ini, dengan semakin berkembangnya desain rumah banyak arsitek dan desainer interior yang mulai mempopulerkan kembali lantai dengan material semen ini. Yang sekarang kita tahu bahwa desain rustic, minimalis dan terutama industrial juga sering menggunakan konsep lantai semen ini.

Berikut ini beberapa contoh interior yang menggunakan lantai semen :

Kamar Tidur Dengan Lantai Semen Jenis Matte
Kamar Tidur Dengan Lantai Semen Matte | Gbr : pinterest 
Ruang Makan & Dapur Dengan Lantai Semen
Ruang Makan & Dapur Dengan Lantai Semen | Gbr : pinterest 
Ruang Tamu Dengan Lantai Semen Mengkilap (Glossy)
Ruang Tamu Dengan Lantai Semen Mengkilap (Glossy) | Gbr : pinterest 

Meski lantai seperti ini merupakan perulangan style lama, nyatanya meski menggunakannya di masa sekarang, rumah tetap bisa terlihat modern. Dari beberapa gambar diatas, lantai tetap terlihat menarik bahkan terlihat mengkilap layaknya seperti menggunakan keramik. Namun jika kamu suka lantai semen jenis matte, selain digunakan pada desain rumah tipe industrial, justru lantai semen matte ini sangat cocok untuk kesan rustic. Untuk mendapatkan lantai yang mengkilap rupanya dapat dilakukan dengan bahan alami yang ada dirumah yaitu dengan parutan kelapa. Berikut ini tips mudahnya :

  1. Pisahkan daging kelapa dari serabut dan batoknya
  2. Parut daging kelapa hingga cukup halus (jangan sampai menjadi bubur lembut)
  3. Sangrai hasil parutan hingga agak hitam, sampai minyak alaminya keluar
  4. Gosokkan hasil parutan yang disangrai tadi ke lantai semen
    Atau juga bisa meletakkan hasil parutan tadi ke sabut kelapa untuk memudahkan saat menggosok ke lantai
  5. Jika ada remahan tertinggal, tunggu lantai kering kemudian sapu hingga bersih
  6. Lakukan secara rutin
  7. Jika dilakukan rutin sebulan, lantai semen akan terlihat kesat dan mengkilap
  8. Setelah mengkilap, kamu tak perlu menggosok lantai dengan parutan terlalu sering, hanya perlu mengulangi menggosok lantai dengan rentang waktu sesuai keinginanmu

Untuk memiliki lantai semen yang mengkilap ternyata bukanlah hal sulit kan?, selain itu lantai jenis ini lebih hemat biaya dibandingkan menggunakan lantai keramik atau batu alam. Namun meski menarik, tiap material tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini plus minus menggunakan lantai semen :

Kelebihan :

  1. Aman
    Jika dibandingkan menggunakan lantai parket dan sejenisnya, lantai semen ini tentu lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu juga tidak berbau dan kamu tak perlu merasa bersalah karena merasa turut mencemari lingkungan.
  2. Tahan Lama
    Karena terbuat dari semen yang tentunya keras, lantai ini tahan gesekan. Jadi jika terkena gesekan dari furnitur rumah lantai ini tak akan berubah tampilannya.
  3. Perawatan Mudah
    Jika dibandingkan dengan lantai jenis lain seperti kayu, vinyl, maupun parket, lantai semen tak perlu perawatan khusus karena hanya perlu disapu dan dipel minimal seminggu sekali, dan dalam beberapa bulan sekali kamu hanya perlu menggosoknya dengan parutan kelapa. Namun jika tak ingin repot namun tetap ingin memiliki lantai semen yang mengkilap, kamu pun kini bisa dengan mudah membeli sealernya di toko bahan bangunan.
  4. Fleksibel
    Lantai semen fleksibel digunakan untuk interior maupun eksterior. Untuk eksterior, agar tidak terlalu licin dan mengkilap, kamu tidak perlu melapisinya dengan sealer yang mengkilap, gunakan saja sealer berbasis silikon.

Kekurangan :

  1. Warna Tidak Variatif
    Karena semen hanya memiliki warna abu-abu gelap, kamu tak bisa memilih warna jenis lain.
  2. Kurang Nyaman
    Bagi kamu yang sering berdiri lama dengan bertelanjang kaki diatas lantai, misalnya untuk keperluan memasak/membuat kue, kerasnya lantai ini bisa cukup mengganggu aktifitasmu. Namun hal ini masih bisa diakali dengan menggunakan karpet karet ditempat dimana kamu berdiri.
  3. Sulit Diperbaiki Jika Rusak
    Jika lantai keramik pecah, biasanya tinggal mengambil sekotak keramik yang pecah, lalu menggantinya dengan yang baru. Berbeda dengan lantai semen, jika rusak kamu hanya bisa menambalnya. Hasil semen tambalan ini terkadang akan memiliki warna yang berbeda dari yang terdahulu. Terlebih jika tak segera ditambal, permukaan yang rusak dan tak rata tadi bisa menyerap air hingga lantai menjadi lembab yang efeknya, lantai bisa berlumut.
  4. Lebih Dingin
    Hal ini menjadi kekurangan jika kamu tinggal di daerah yang dingin, seperti di pegunungan, artinya lantaimu akan 2x lebih dingin daripada menggunakan lantai jenis lain. Namun jika kamu tinggal di area perkotaan yang panas, memiliki lantai yang dingin justru akan menjadi kelebihan tersendiri.

Sumber Gbr Featured Image : homedit.com

Terima kasih telah membaca artikel Ingin Gunakan Lantai Semen Pada Rumah, Why Not?. Jika Kamu ingin bangun rumah dengan menggunakan jenis lantai semen seperti diatas, atau ingin renovasi rumah, bangun kost, gudang dsb atau sekedar konsultasi rumah, desain rumah di Jogja dengan Kontraktor Jogja yang berpengalaman? Hubungi Reka Persada  | Telp/SMS/WA : 081 328 800 516 | Mail : office@rekapersada.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.