Renovasi Rumah 1 Lantai

Memiliki rumah sendiri merupakan keinginan tiap orang, terutama bagi kamu yang sudah berkeluarga. Namun, tingginya harga tanah dan material pendukung bangun rumah kini kian lama semakin mahal. Untuk itu, daripada membangun rumah, banyak juga orang yang memutuskan untuk membeli rumah saja meski second (rumah yang sebelumnya pernah ditinggali). Selain harganya lebih murah dibanding bangun rumah dari awal yang butuh waktu dan biaya tak sedikit, jika kamu cukup beruntung mendapatkan rumah second yang masih bagus, kamu hanya tinggal menempatinya saja.

Namun, seberuntungnya kamu mendapatkan rumah second, terkadang masih saja ada hal tak puas dari rumah tersebut. Hal ini bisa dipahami mengingat rumah itu bisa saja berbeda dengan style-mu. Untuk itu, meski dalam skala kecil, renovasi rumah terkadang tetap harus dilakukan. Nah, jangan sampai saat renovasi inilah kamu baru menyadari bahwa ternyata banyak kerusakan pada rumah yang dipilih. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan setelah membeli rumah :

Tak meneliti riwayat rumah

Mengecek riwayat rumah orang memang bukan hal yang cukup patut dilakukan. Namun, jika rumah itu adalah calon rumah yang akan kamu beli dan kamu huni, hal ini memang sebaiknya kamu lakukan untuk menghindari kesalahan yang mungkin tak kamu tahu karena kurang teliti. Misalnya mengecek tentang daerah sebelum rumah tersebut dibangun, apakah rumah itu rawan terkena banjir/tidak, dan sebagainya. Cara termudah melakukannya adalah dengan menanyakan ke pemilik rumah langsung. Namun biasanya kamu akan mendapatkan jawaban subyektif. Jadi, tanyakan juga ke tetangga rumah maupun pihak berwenang sekitar seperti ketua rt/rw dan semacamnya. Kamu akan menghemat renovasi rumah jika kamu sudah tahu betul kekurangan rumah tersebut.

Renovasi Rumah 1 Lantai Membeli Rumah
Renovasi Rumah 1 Lantai | Gbr : Proyek Reka Persada

Merenovasi sendiri

Saat ini, banyak informasi renovasi yang bisa kita lihat misalnya di TV, YouTube, Pinterest maupun Instagram. Dari situ, kita diberikan informasi mengenai bagaimana cara melakukan renovasi sendiri beberapa bagian rumah, atau yang biasa disebut DIY (Do It Yourself). Dicontohkan kita sebagai orang awam dapat dengan mudah melakukan renovasi sendiri tanpa bantuan profesional. Dari sinilah kita terkadang berpikir bahwa tak perlu menyewa jasa ahli untuk melakukannya, toh kita bisa melakukannya sendiri dengan mengikuti langkah-langkah yang ada di internet. Padahal tahukah kamu, mungkin saja kesalahan yang bisa kamu lakukan dengan melakukan sendiri itu akan lebih mahal memperbaikinya daripada sedari awal kamu sudah menyewa jasa arsitek berpengalaman.

Renovasi sendiri yang bisa kamu lakukan sebaiknya sebatas pada mempercantik rumah, misalnya mengecat dinding, mengganti kran dan semacamnya. Namun, bila terkait dengan yang lebih rumit seperti membongkar dinding, mengganti kelistrikan, sistem pemipaan, sebaiknya serahkan saja pada jasa professional karena sangat beresiko bila dikerjakan sendiri.

Menambahkan elemen baru

Hal yang banyak pemilik rumah baru lakukan pada rumah lama (second) yang dibelinya adalah mengganti elemen tertentu misalnya mengganti jendela dengan seleramu yang berbeda material. Mengganti wallpaper di dinding dengan kesukaanmu, dan sebagainya. Sebelum melakukannya, sebaiknya ketahui kondisi sebelum kamu ganti dan apakah setelah kamu ganti akan lebih baik? Jika tidak, sebaiknya biarkan begitu saja.

Misalnya kamu ingin mengganti jendela yang awalnya berbahan kayu, kemudian kamu ingin menggantinya dengan material aluminium atau vinyl yang lebih ringan. Sebelum melakukannya, sebaiknya kenali daerahmu itu. Jika rumahmu berada di area yang sering mengalami musim dingin yang berkepanjangan, bahan jendela aluminium tidak terlalu bagus karena akan mudah mengalami kondensasi, sementara itu daya tahan vinyl juga tak akan lebih dari 10 tahun. Sebaiknya gunakan kayu saja, meski lebih mahal, tetapi daya tahannya lebih lama.

Bongkar Renovasi Kamar Mandi
Bongkar Dinding Kamar Mandi | Gbr : Proyek Reka Persada

Takut membongkar dinding

Saat membeli rumah second, terkadang ada keraguan untuk membongkar dinding, padahal itu hal yang ingin kamu lakukan untuk dapat mengakomodasi kebutuhan ruang dalam keluargamu. Dengan membongkarnya pun kamu akan merasa lebih “style-mu” misalnya ingin membuat konsep rumah yang open plan. Namun, terkadang kamu takut melakukannya. Padahal jika kamu menyewa jasa profesional, hal ini bisa dengan mudah kamu konsultasikan dan segera melakukannya. Namun, sebelum melakukan hal itu, pastikan bahwa tak mengganggu struktur rumah tersebut dan hanya serahkan itu pada jasa profesional.

Itulah artikel mengenai Hindari Hal Ini Saat Membeli Rumah Lama . Ingin bangun rumah di Jogja, renovasi rumah di Jogja ataupun konsultasi rumah di Jogja dengan Arsitek Pemborong pada Kontraktor Jogja yang berpengalaman? Hubungi Reka Persada – Telp/SMS/WA : 081 328 800 516 | Mail : office@rekapersada.com

One Thought on “Hindari Hal Ini Saat Membeli Rumah Lama”

Leave a Reply

Your email address will not be published.