Bersih-bersih Rumah Berefek Mengurangi Stress

Beberapa bulan terakhir konsep merapikan rumah ala Marie Kondo memang sedang populer. Dalam konsepnya, agar rumahmu menjadi lebih rapi, saat bersih-bersih rumah, kamu sebaiknya menyingkirkan benda-benda yang tak “membuatmu bahagia” (sparking joy). Namun dalam kenyataannya, benda yang ada dirumah masih tetap ada dan kamu simpan serta tak kamu buang bukan hanya karena alasan dapat “menghadirkan kebahagiaan” namun lebih kepada fungsi barang itu sendiri yang tak mungkin kamu kesampingkan. Karena membeli suatu barang terkadang bukan hanya karena alasan suka atau karena senang melihatnya saja, melainkan karena mempertimbangkan fungsi dari barang itu sendiri dan berbagai alasan lain yang relevan bagi kamu sebagai pemilik rumah. Itulah mengapa saat membersihkan rumah, terkadang kamu terasa berat untuk membuang barang tertentu. Berikut ini beberapa alasan yang bisa kamu pertimbangkan saat bersih-bersih rumah agar tak ragu menyingkirkannya:

Apakah masih digunakan dalam beberapa bulan terakhir ini?

Beberapa barang di rumah, penggunannya memang musiman. Namun, apapun barang itu seharusnya digunakan minimal 1 kali dalam setahun. Buatlah batas minimal penggunaan suatu barang, misalnya dalam 12 bulan apakah barang tersebut digunakan atau tidak. Jika kamu sendiri bahkan lupa akan barang tersebut dalam setahun terakhir dan hanya debu yang menumpuk disana, mungkin artinya sekaranglah saatnya barang itu untuk kamu singkirkan.

Apakah bermanfaat untuk lifestylemu?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang harus kamu pikirkan saat berbelanja atau saat merapikan barang-barang dirumahmu. Pertanyaan tersebut tujuannya agar kamu tak membeli segala sesuatu secara asal-asalan. Tanyakan ke diri sendiri apakah barang yang akan kamu beli tersebut bermanfaat dalam hidupmu. Dengan cara ini kamu tak akan membeli barang seenaknya dan hal ini tentunya dapat membantu mempermudahmu saat merapikan rumah nantinya. Berpikirlah secara objektif apakah hidupmu akan lebih baik karena barang tertentu? Jika tidak, mengapa membelinya?

Apakah sudah punya alternatif lain?

Sesungguhnya tak terlalu penting apakah barang yang kamu beli “membawa kebahagiaan” atau tidak. Jika kamu sudah punya barang sejenis yang fungsinya sama, tentunya kamu tak perlu punya barang lagi. Artinya, dengan cara ini kamu akan menggunakan benda-benda yang kamu beli secara lebih bijaksana.

Apakah kamu akan ambil lagi barang tersebut kalau disingkirkan?

Bayangkan saat kamu ingin berpindah rumah, kamu akan bertanya-tanya apa sebenarnya yang kamu perlukan di rumah baru itu? Kamu pasti akan memilah mana barang yang memang penting untuk kamu gunakan kembali dan mana yang kamu buang-pun tak akan mencarinya kembali. Artinya kamu mungkin perlu memberikan barangmu yang tak penting itu ke orang lain yang lebih membutuhkan.

Bersih-bersih Rumah Berefek Mengurangi Stress
Pikirkan Berbagai Hal Saat Bersih-bersih Rumah | Gbr : mirror.co.uk

Mengapa kamu masih menyimpannya?

Beberapa barang yang ada di rumah mungkin tak semuanya kamu beli sendiri, mungkin ada barang yang merupakan hadiah dari orang lain. Saat tahu barang hadiah itu masih ada padahal kamu tak benar-benar menyukainya, sekaranglah saatnya kamu menentukan apakah memang barang itu kamu simpan hanya karena perasaan tak enak jika membuangnya atau kamu memang membutuhkannya?

Akankah lebih berguna jika digunakan orang lain?

Terkadang ada barang tertentu yang tak terlalu kita perlukan, bahkan sangat jarang kita memakainya. Pikirkan apakah ada yang mungkin akan lebih menyukai dan membutuhkannya jika kita berikan ke orang lain? Daripada barang hanya dirumah dan tak ada manfaatnya, toh lebih baik kita beri ke orang lain selain dapat pahala, barang tersebut akan punya nilai lebih dibanding disimpan saja.

Mengapa membelinya?

Saat bersih-bersih rumah buatlah pengandaian, jika barang itu kamu lihat sekarang di toko, maukah kamu membelinya? Jika kamu-pun tak tahu mengapa sampai membelinya, artinya saatnya barang itu dibersihkan dari rumahmu. Mengapa hal ini terjadi? Kebutuhan dan gaya hidup seseorang berubah-ubah dalam masa tertentu. Seiring perkembangan seseorang (berkembang dari sisi finansial, pemikiran dan sebagainya) mungkin barang yang dibelinya pun akan berubah.

Bersih-bersih rumah secara rutin akan membuat rumahmu tetap rapi dan bebas debu yang efeknya dapat mengurangi stress. Namun bersih-bersih rumah bukan perkara yang asyik dan justru cukup rumit dilakukan. Untuk itu, berbagai cara diatas mungkin bisa kamu terapkan agar kamu lebih mudah untuk menyingkirkan barang yang tak penting sehingga rumahmu lebih rapi, terogranisir dan dapat menghadirkan kebahagiaan.

Terima kasih telah membaca artikel 7 Pertimbangan Mudah Saat Bersih-bersih Rumah. Adakah tips lain yang kalian ingin tahu? Share di kolom komentar ya.. Jika Kamu ingin bangun rumah, kebutuhan renovasi rumah, bangun kost, gudang dsb atau sekedar konsultasi rumah, desain rumah di Jogja dengan Kontraktor Jogja yang berpengalaman? Hubungi Reka Persada  | Telp/SMS/WA : 081 328 800 516 | Mail : office@rekapersada.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.