Rumah Dengan Desain Kontemporer

Tips Perencanaan Bangun Rumah – Mendesain rumahmu sendiri artinya bertanggung jawab penuh dengan tempat yang akan kamu tinggali nantinya. Proses desain denah rumah yang kamu lakukan seharusnya memang sesuai dengan keinginanmu terhadap rumah tersebut. Jika mendesain denah rumah belum pernah kamu lakukan sebelumnya, mendesain pertama kalinya tentu akan terasa sangat menarik. Namun, semenarik-menariknya mendesain rumah sendiri, kamu tetap harus menyeimbangkan dengan kemampuanmu dan jangan sampai terjadi banyak kesalahan karena saking bersemangatnya kamu mendesainnya. Berikut ini kami berikan informasi beberapa kesalahan yang mungkin bisa kamu lakukan jika tidak teliti dalam mendesain rumah :

Tak Memikirkan Tempat Penyimpanan

Bisa dipahami jika kamu lebih tertarik untuk memikirkan tentang kamar mandi utama daripada lemari atau rak penyimpanan. Tetapi, sebaiknya jangan meng-underestimate-nya karena lemari pakaianmu ini (jika dibuat lemari built-in dengan dinding) tidak hanya dapat meningkatkan nilai rumahmu saat dijual kembali nantinya, tetapi juga akan membuat rumahmu lebih bersih dan rapi. Meskipun lemari hanya sekedar tempat penyimpanan, akan tetapi sebaiknya pertimbangkan juga dimana letak lemari & kabinet penyimpanan lainnya akan kamu letakkan.

Kamar Utama - Perencanaan Bangun Rumah
Kamar Utama | Gbr : Pinterest

Terlalu Memperhatikan Kamar Utama, Lupa yang Lain

Ketika mendesain rumah, kamar utama mungkin jadi satu ruang yang paling menarik untuk dibuat. Namun jangan sampai mengabaikan kamar lain hanya karena kamu terlalu fokus pada kamar utama. Mengapa? Jika kamu salah memperhitungkan kamar lainnya misalnya terlalu kecil, layoutnya aneh atau letak kamar mandi untuk kamar terlalu jauh, hal ini akan berdampak pada caramu tinggal dirumah tersebut. Untuk itu, berikan perhatian juga pada ruang kamar selain kamar utamamu.

Sudah Membuat Gambar Denah Padahal Belum Punya Tanah

Tak ada yang melarang bila kamu melihat-lihat atau mencari informasi mengenai rencana desain/layout yang kamu sukai dan akan kamu terapkan dirumahmu, akan tetapi jika kamu sudah mendesain denah rumah bahkan sebelum kamu memiliki tanah yang akan dibangun, hal ini terdengar sia-sia. Ukuran tanah/lahan dan kondisinya dapat membuat perencanaan desain rumahmu berubah total. Bersabarlah dulu, tunggu mendesain rumahmu hingga kamu telah membeli dan memiliki tanah secara pasti sehingga sudah tahu dimana letaknya, bagaimana kondisinya dan berapa luasnya baru kemudian maju ke tahap desain rumah.

Tak Mempertimbangkan Apa yang Sesungguhnya Dibutuhkan vs Diinginkan

Kecuali kalau kamu memang memiliki budget yang unlimited, kamu harus menyesuaikan desain rumahmu itu, dengan kemampuanmu. Kamu harus bisa membedakan mana yang sekedar keinginan dan kebutuhan. Jika kamu sudah bijak membedakan keduanya, kamu akan secara sadar membedakan mana ide yang dapat diterapkan dan mana yang tidak.

Tidak yakin bisa bijak menerapkan mana yang benar dilakukan? Coba tulis kedalam kertas, 5 hal apa yang perlu kamu beli untuk rumahmu, kemudian tulis pula 5 hal yang sepertinya bagus kalau ada dirumahmu. Dari berbagai hal itu, sesuaikan dengan budget yang kamu miliki, pastikan untuk mendahulukan yang kamu butuhkan terlebih dahulu.

Tak Memikirkan Flow Ruang

Seorang arsitek tahu mana “flow” dari sebuah rumah. Flow yang tak dipertimbangkan akan berakibat pada caramu tinggal dirumahmu nanti. Apa sih yang dimaksud dengan flow ini? Berikut kami berikan contoh dari flow yang kami maksud : misalnya jika ruang tamu terlalu dekat dengan bagian depan rumah (jalan) apakah kamu bisa tidur tenang dengan segala kebisingan yang mengganggu dari jalan? Contoh lain misalnya saat merencanakan ukuran teras rumah, jika terlalu sempit, hujan yang turun bisa membasahi teras dan pintu rumah kemudian masuk ke bagian dalam rumah. Hal-hal seperti ini yang kadang sepele namun tak terpikirkan.

Membiarkan Bagian Tertentu Pada Rumah Tak Difungsikan

Banyak orang yang suka dengan konsep rumah open plan. Rumah dengan desain ini cocok untuk entertaining dan terlihat bagus dengan memadukan warna cerah dan kasual. Akan tetapi, jika kamu ingin menerapkan konsep rumah open plan, berhati-hatilah dalam menentukan ruang secara keseluruhan. Karena jika ada satu ruangan yang tak terdefinisikan dengan baik, akan tampak berantakan atau bahkan kurang optimal pemanfaatannya.

Rumah dengan konsep open plan sebaiknya terbuka dan terasa kasual misalnya dengan menggunakan lantai kayu/motif kayu, furnitur maupun kabinet yang dapat membedakan antara dapur, ruang tamu maupun kamar mandi. Dengan ini, tiap ruang akan terlihat berbeda meski dalam satu ruang besar.

Mengabaikan Pendapat Desainer/Arsitek

Saat akan membangun rumah sendiri, tentunya kamu tahu betul dengan apa yang kamu inginkan. Tetapi, beberapa hal yang kamu inginkan belum tentu yang terbaik untuk dilakukan. Untuk itu, bekerja dengan seorang desainer atau arsitek akan menghasilkan perencanaan denah rumah yang pas, jadi pilihlah desainer atau arsitek untuk rumahmu yang memang memiliki cukup pengalaman. Jika arsitekmu menyarankan hal tertentu yang sedikit berbeda kepadamu misalnya terkait perencanaan denah, material dan sebagainya, dengarkanlah mereka baik-baik mengapa mereka berpendapat demikian, lalu kamu harus mempertimbangkan antara keinginanmu dan pendapat mereka sebelum memutuskannya.

Tahap perencanaan desain rumah bisa dibilang merupakan tahap cukup menyenangkan dalam rangkaian pembangunan rumahmu sendiri, namun jangan biarkan kesenangan ini membuatmu lupa akan hal-hal penting lainnya. Lebih baik pelan dan berhati-hati untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi, dan pikirkan matang-matang agar rumah yang kamu bangun nanti pas dari sisi teknis arsitek dan dari sisi kamu sendiri sebagai pemiliknya yang akan tinggal disana.

Sumber : freshome.com | Gbr : Google Images

Itulah artikel mengenai 7 Kesalahan Yang Mungkin Terjadi Saat Perencanaan Bangun Rumah . Ingin bangun rumah di Jogja, renovasi rumah di Jogja ataupun konsultasi rumah di Jogja dengan Arsitek Pemborong pada Kontraktor Jogja yang berpengalaman? Hubungi Reka Persada – Telp/SMS/WA : 081 328 800 516 | Mail : office@rekapersada.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.